Update Status Via Olog Spectech

Status Updater V.2.0

Join The Community

Subscribe via Email
Premium WordPress Themes

Tampilkan postingan dengan label SQL programming. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SQL programming. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Agustus 2010

Download SQLyog v 5.0 FULL

"Olog Sistem"

SQLyog adalah salah satu software yang bisa digunakan sebagai gui database manager untuk database MySQL.  Kemudahan dalam membuat database ada disini. Software ini berukuran sangat kecil, hanya 5Mb. Dengan software ini kita dapat membuat databse baru, mengupdate tabel, menghapus tabel, menambahkan entry baru, dan masih banyak lagi.

Versi dari SQLyog yang saya berikan ini adalah versi 5.0. Walaupun versi ini agak lawas, tapi ini adalah FULL version. Jadi kalian tidak akan mengalami banyak masalah dengannya.



DOWNLOAD

Selasa, 03 Agustus 2010

Cara Menggunakan Perintah INSERT dalam SQL

"Om Swastiastu"

Perintah INSERT digunakan untuk memasukkan data kedalam tabel tertentu. Perintah ini memungkinkan Anda untuk memasukkan data baru kedalam tabel yang kosong ataupun tabel yang telah terisi. Format dasar penulisan sintaks INSERT adalah:

INSERT INTO namatabel (kolom1, kolom2, ..., kolomN)
VALUES ('isi_kolom1', 'isi_kolom2', ..., 'isi_kolomN');

Agar lebih mudah memahami, perhatikan contoh berikut:


Dari tabel diatas, kita akan memasukkan data baru, misalkan seperti ini:

INSERT INTO matakuliah (kd_mk, nm_mk, sks)
VALUES ('M06', 'Pemrograman Java', 3);

Dari sintaks diatas, data dalam tabel akan bertambah, data yang ditambahkan adalah 'M06' untuk kode matakuliah, 'Pemrograman Java' untuk nama matakuliah, dan '3' untuk jumlah SKS.
Perintah diatas hanya akan memasukkan data sebanyak satu baris saja. Jika kalian ingin menambahkan beberapa data secara bersamaan, perhatikan sintaks dibawah ini:

INSERT INTO matakuliah VALUES
('M07', 'Matematika Diskrit', '3'),
('M08', 'Komunikasi Data', '4'),
('M09', 'Arsitektur Komputer', '3');

Dengan cara diatas, kalian dapat menambahkan 3 baris sekaligus kedalam tabel. Jika ingin lebih banyak, kalian dapat menambahkannya sendiri. Selamat mencoba.

"Om Santhi, Santhi, Santhi, Om"

Sabtu, 31 Juli 2010

Cara Mengurutkan Data dalam Tabel SQL

"Om Swastiastu"

Sebelumnya saya sudah memberikan mengenai cara mengupdate data dalam tabel dan cara mendelete data dalam tabel. Kali ini saya akan memberikan cara untuk mengurutkan data dalam tabel pada SQL. Pengurutan data diperlukan untuk mengurutkan data. Biasanya sering digunakan saat kita menampilkan data yang banyak.

Untuk mengurutkan data, kita menggunakan sintaks ORDER BY. Selain itu, metode pengurutan data juga ada dua. ASCENDING dan DESCENDING. Sintaks ASC berfungsi untuk mengurutkan data secara ascending atau dari kecil ke besar. Sedangkan sintaks DESC berfungsi untuk mengurutkan data secara descending atau dari besar ke kecil.


Misalkan kita ingin mengurutkan data diatas berdasarkan nama mata kuliah. Maka sintaksnya seperti ini:

SELECT Kd_mk, Nm_mk, Sks FROM  Matakuliah ORDER BY Nm_mk;

Perintah diatas akan mengurutkan tabel berdasarkan nama mata kuliah dari A ke Z. Kenapa demikian? Walau kita tidak menggunakan sintaks ASC, perintah ORDER BY secara default akan mengurutkan data dari besar ke kecil. Silahkan lihat sintaks dibawah ini untuk lebih jelasnya.

SELECT Kd_mk, Nm_mk, Sks FROM  Matakuliah ORDER BY Nm_mk ASC;

SELECT Kd_mk, Nm_mk, Sks FROM  Matakuliah ORDER BY Nm_mk DESC;

Sintaks kedua akan mengurutkan data dari besar ke kecil (descending). Semoga ilmu ini bermanfaat.

"Om Santhi, Santhi, Santhi, Om"

Rabu, 21 Juli 2010

Menggunakan Perintah DELETE dalam SQL

"Om Swastiastu"

Setelah sebelumnya kita membahas mengenai cara penggunaan perintah UPDATE dalam SQL, kali ini saya akan memberikan tutorial cara penggunaan perintah DELETE dalam SQL.
Perintah DELETE digunakan  untuk menghapus atau menghilangkan sebagian atau semua data yang ada didalam tabel. Disini kita juga perlu menambahkan perintah WHERE yang berfungsi untuk menentukan baris mana yang akan kita DELETE.
Format dasar penulisan sintaks DELETE seperti ini:

DELETE FROM namatabel WHERE kolomkunci = 'kunci'


Untuk lebih jelasnya, kita akan menggunakan tabel yang sama sewaktu kita membahas mengenai perintah UPDATE. Lihatlah pada tabel dibawah ini.

Misalkan kita ingin menghapus baris nomor tiga, yaitu Sistem Database. Nah, perintah untuk menghapus baris tersebut adalah sebagai berikut:

DELETE FROM matakuliah WHERE Kd_mk = 'M03'

Hati-hatilah ketika menggunakan perintah DELETE. Jika kalian menggunakan perintah DELETE tanpa mengisi perintah WHERE, itu artinya kalian akan menghapus semua data dalam tabel, atau sama artinya kalian mengosongkan tabel!

"Om Santhi, Santhi, Santhi, Om"

Kamis, 15 Juli 2010

Cara Meng-update Tabel dalam SQL

"Om Swastiastu"

Lama tidak pernah memposting artikel mengenai SQL, kali ini saya akan memberikan sedikit tutorial untuk meng-update tabel dalam SQL. Perintah update digunakan untuk memperbaharui data lama menjadi data terbaru. Perhatikan tabel berikut:
Misalkan saja, kita ingin mengubah nama mata kuliah algoritma menjadi algoritma pemrograman dan jumlah SKS mata kuliah algoritma untuk tahun ini adalah 3. Sekarang kita harus meng-update-nya dari algoritma menjadi algoritma pemrograman dan dari 2 menjadi 3. Seperti inilah fungsi dari perintah update ini. Struktur dari sintax update tabel adalah sebagai berikut:


UPDATE namatabel SET kolom1='databaru', kolom2='databaru', ... , kolomN='databaru'
WHERE kolomkunci='kodekunci'

Pernyataan diatas hanya akan mengupdate 1 baris tabel saja. Hati-hatilah ketika kalian meng-update tabel, jika dalam tabel terdiri atas banyak data, dan kalian meng-update tanpa mengisi perintah WHERE, maka semua data akan ter-update menjadi data yang sama.

Contoh untuk meng-update tabel pada baris kelima sebagai berikut:

UPDATE matakuliah SET Nm_mk = 'Algoritma Pemrograman', Sks = '3'
WHERE Kd_mk = 'M05'

Jika sudah, tekan F5, maka data pada baris kelima akan ter-update seperti yang kalian lakukan. Selanjutnya, kita akan membahas menganai cara me-delete data, mengurutkan data, dan meng-group data.

"Om Santhi, Santhi, Santhi, Om"

Rabu, 14 Juli 2010

Menjalankan Apache Web Server XAMPP di Windows 7

"Olog Sistem"

Ketika menjalankan XAMPP di Windows 7, mungkin kalian merasa ada yang aneh. Apache web servernya tidak bisa berjalan seperti di windows XP. Selidik punya selidik, ternyata port 80 telah digunakan secara default oleh windows 7 sehingga web server tidak bisa berjalan di windows 7. Setelah sempat mencari solusinya di google, akhirnya saya menemukan solusi yang tepat.

Cara menjalankan Apache web server XAMPP di windows 7 sebagai berikut.


Pertama masuk ke menu Run, atau tekan tombol Windows + R pada keyboard.
Setelah itu ketik regedit pada menu Run tersebut.
Pada jendela regedit, masuklah ke menu: HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Services\HTTP.
Tambahkan DWORD baru (32-bit), caranya:
  • Pertama, klik kanan pada HTTP, lalu pilih New, cari DWORD (32-bit)
  • Kedua, pada menu atas, klik Edit, lalu pilih New, dan cari DWORD (32-bit)
  • Ketiga, langsung saja klik kanan, pilih New, DWORD (32-bit) pada menu registry.

Jika sudah menambahkan DWORD baru, beri nama DWORD baru itu dengan "NoRun".
Kemudian double click Registry baru yang telah kalian buat, lalu berikan Value datanya menjadi 1.
Jika sudah, restart komputer kalian. Sekarang coba jalankan Apache, maka apache akan berfungsi seperti biasanya.
Semoga membantu teman-teman sekalian.

"Olog Sistem Power Faster"

Selasa, 13 Juli 2010

Cara Menjalankan XAMPP di Windows 7

"Olog Sistem"

Selamat malam semua, ada sedikit tips nih buat teman-teman sekalian. Beberapa hari ini, dan seterusnya, saya dan seorang teman saya mendapatkan pelatihan mengenai koneksi database dari PHP ke MySQL. Selain itu juga diberikan proyek untuk membuat aplikasi web menggunakan PHP dan MySQL. Tetapi ada satu masalah yang muncul ketika saya hendak menjalankan XAMPP di laptop saya.

Saya menggunakan operating system windows 7, dan ketika menjalankan XAMPP, service XAMPP dan Apache tidak berjalan. Kenapa? Karena port 80 dan ssl 443 sudah digunakan oleh IIS. Setelah browsing di google, akhirnya saya menemukan solusinya. Cara menjalankan xampp di windows 7 adalah dengan merubah port 80 tersebut.

Sebelumnya, download dan install dulu XAMPP disini.
Jika sudah, masuk ke folder C:\xampp\apache\conf\httpd.conf

Nah, bukalah file httpd.conf ini menggunakan notepad, setelah itu cari kode Listen 80, lalu ubah menjadi Listen 8080.
Setelah itu, cari kode ServerName localhost: 80, lalu ubah menjadi ServerName localhost: 8080.
Jika sudah, simpan, lalu exit.

Kemudian, masuk ke folder C:\xampp\apache\conf\extra\httpd-ssl.conf

Buka file httpd-ssl.conf dengan notepad, lalu edit.
Cari kode Listen 443, kemudian ubah menjadi Listen 4499.
Setalah itu, cari kode VirtualHost _default: 443, kemudian ubah menjado VirtualHost _default: 4499.
Terakhir, cari kode ServerName localhost: 443, kemudian ubah menjadi ServerName localhost: 4499.

Setelah ini, xampp kalian siap digunakan di windows 7. Jika masih tidak mau berjalan, cobalah tips dari artikel berikut. Menjalankan Apache Web Server XAMPP di Windows 7.

"Olog Sistem Power Faster"

Minggu, 09 Mei 2010

Disadvantage of Database Processing

"Om Swastiastu"

After I posted the advantage of database processing, today I want to give you the opposite one. Disadvantage of the database processing. There are 4 disadvantage of database processing I can tell to you:
  1. Larger file size
  2. Increased complexity
  3. Greater impact of failure
  4. More difficult recovery
Larger file size. In order to support all the complex functions that it provides to users, a DBMS must be a large program that occupies a great amount of disk space as well as a substantial amount of internal memory. In addition, because all the data that the database manages for you is stored in one file, the database file itself requires a large amount of disk space and internal memory.


Increased complexity. The complexity and breadth of the functions provided by a DBMS make it a complex product. Users of the DBMS must learn a great deal to understand the features of the system in order to take full advantage of it. In the design and implementation of a new system that uses a DBMS, many choices have to be made; it is possible to make incorrect choices, especially with an insufficient understanding of the system. Unfortunately, a few incorrect choices can spell disaster for the whole project. A sound database design is critical to the successful use of a DBMS.


Greater impact of failure. In a nondatabase, file-oriented system, each user has a completely separate system; the failure of any single user's system does not necessarily affect any other user. On the other hand, if several users are sharing the same database, a failure on the part if any one user that damages the database in someway might affect all the other users.

More difficult recovery. Because database inherently is more complex than a simple file, the process of recovering it in the event of a catastrophe also is more complicated. This is particularly true if the database is being updated by many users at the same time. The database must first be restored to the condition it was in when it was last known to be correct; any updates made by users since that time must be redone. The greater the number of users involved in updating the database, the more complicated this task become.

Well, that's what I can tell about the disadvantage of the database processing.

"Om Santhi, Santhi, Santhi, Om"

Selasa, 06 April 2010

Advantages of Database Processing

"Om Swastiastu"

Hi all, today I wanna tell you about the advantage of the database processing. The database approach offers nine clear advantages over alternate data management methods. These advantages are listed and will be discussed below of this paragraph.
  1. Getting more information from the same amount of data
  2. Sharing data
  3. Balancing conflicting requirements
  4. Controlling redundancy
  5. Facilitating consistency
  6. Improving integrity
  7. Expanding security
  8. Increasing productivity
  9. Providing data independence
  1. Getting more information from the same amount of data. The primary goal of a computer system is to turn data into information. In a non-database, file-oriented environment, data often is partitioned into several disjointed systems, with each system having its own collection of files. Any request for information that necessitates accessing data from more than one of these collections can be extremely difficult.
  2. Sharing data. The data of various users can be combined and shared among authorized users, allowing all users access to a greater pool of data. Several users can have access to same piece of data. When one users changes a customer address, the new address immediately become available to all users.
  3. Balancing conflicting requirements. For the database approach to function adequately within an organization, a person or group should in charge of database itself, especially if the database serves many users. This person or group is often called the database administrator or database administration (DBA).
  4. Controlling Redundancy. With database processing, data that formerly was kept separate in a nondatabase, file-oriented system is integrated into a single database, so multiple copies of the same data no longer exist.
  5. Facilitating consistency. The potential for the data inconsistent is a direct result of redundancy, and because database approach reduces redundancy, there is much less potential for the occurrence of this  sort of inconsistentcy with the database approach.
  6. Improving integrity. An integrity constraint is a rule that mus be followed by data in the database. A database has integrity if the data in it satisfies all established integrity constraints. A good DBMS should provide an opportunity for users to incorporate these integrity constraints when they design the database. The DBMS  then should ensure that these constraints are not violated
  7. Expanding security. Security is the prevention of access to the database by authorized users. A DBMS has many features that help ensure the enforcement of security measures. For example, a DBA can assign password to authorized user, and only those users who enter an acceptable password can gain access to the data in the database.
  8. Increasing productivity. A DBMS frees the programmers who are writing database access programs from having to engage in mundane data manipulation activities, such as adding new data and deleting existing data, thus making the programmers more productive. A good DBMS has many features that allow users to again access to data in a database without having to do any programming at all. These features increase the productivity both of programers, who may not need to write complex programs in order to perform certain task, and of nonprogrammers, who may be able to get the results they seek from the data in a database without waiting for a program to be written for them.
  9. Providing data independence. The structure of a database often needs to be changed. For example, changing user requirements might necessitate the addition of an entity, an attribute, or a relationship, or a change might be required to improve performance. A good DBMS provides data independence, which is a property that lets you change the structure of a database without requiring you to change the programs that access the database. Without data independence, a lot of effort can be expended in changing programs to match the new database structure.
"Om Santhi, Santhi, Santhi, Om"

Minggu, 21 Maret 2010

Database Background

“Om Swastiastu”

A database is a structure that contains information about many different categories of information and about the relationships between these categories. There are some terms and concepts that are important for you to know in the database environment. For instance, the term entity, attribute, and relationship are fundamental when discussing databases. An entity is a person, place, object, event, or idea for which you want to store and process data.

An attribute is a characteristic or property of an entity. The term is used in this text exactly as it is used in everyday English. For the entity person, for example, the list of attribute might include such things as eye color and height. An attribute is also called a field or column in many database system.

relationship in database

The final key term is relationship. A relationship is an association between entities. There is an occasion between Student and Course, for example, at the ERD above. A course is associated to all of the students, and a student is associated with their course. Technically, you say that a course is related to all of his/her students, and a student is related to their course.

This particular relationship is called one-to-many relationship because each course is associated with many student, but each student is associated with only one course. In this type of relationship, the word many is used differently than in everyday English; it might not always indicate a large number. In this context, for example, the term many means that a course can be associated with any numbers of students. That is, a given course can be associated with zero, one, or more than one students.


Database definition: A database is a structure that can store information about multiple types of entities, the attribute of those entities, and the relationships among the entities.

“Om Santhi, Santhi, Santhi, Om”

Jumat, 19 Maret 2010

Redundancy and its Effects

"Om Swastiastu"

In database management, we might find some problems when storing the data on the spreadsheet. One of them is data redudancy. What is redundancy? Redundancy is the duplication of data, or the storing of the same data in more than one place. What problems does redundancy cause? Redundancy wastes space because you're storing the same data in the multiple places. The extra space result in larger sreadsheets that require more space in memory and on disk and that take longer to save and open.

When you need to change data, redundancy also makes your changes more cumbersome and time-consuming. Even if you use the global find-and-replace feature, multiple changes require more computer time than does a single change. Finally, redundandy can lead to inconsistencies. For example, you might enter the same name in the same column, and then not be sure which is the correct spelling. Further, if that names spelled in three different ways and you use the search feature with one of the three values, you'd find a single match instead of three matches.

"Om Santhi, Santhi, Santhi, Om"

Kamis, 25 Februari 2010

Cara Membuat ERD (Entity Relational Diagram)

"Om Swastiastu"

Kali ini saya ingin menjelaskan bagaimana cara membuat ERD (Entity Relational Diagram) dalam database. Sebelum kita membuat ERD ada baiknya kita berkenalan dulu dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan ERD. Untuk membuat ERD kita memerlukan Entitas/Entity, Relasi/Relationship, dan Atribut/Attribute.
  • ERD adalah pemodelan data utama yang membantu mengorganisasikan data dalam suatu proyek ke dalam entitas-entitas dan menentukan hubungan antar entitas.
  • Entitas/Entity adalah suatu tempat atau objek untuk menyimpan data. Contoh: Entitas buku untuk menyimpan atribut mengenai buku (judul buku, kode buku, pengarang, dsb). Entity digambarkan dengan Persegi dalam ERD.
  • Relasi/Relationship adalah hubungan yang terjadi antara entitas atau lebih. Contoh: Entitas buku dan Entitas Pengarang memiliki hubungan "ditulis", yang artinya, pengarang menulis buku, dan buku ditulis pengarang. Selain itu, terdapat relasi "one to one", "one to many", dan "many to many" dalam entity. Relasi ini digambarkan dengan garis dalam ERD.
  • Atribut/Attribute adalah ciri umum semua entitas atau semua yang ada dalam entitas. Contoh: Entitas pengarang memiliki atribut nama, alamat, no telpon, dsb. Atribut digambarkan dengan lingkaran memanjang dalam ERD tapi jarang sekali dalam ERD atribut ikut digambarkan. Atribut juga sering disebut dengan field atau kolom dalam suatu ERD.
Ada 10 langkah atau tips yang dapat saya berikan untuk membuat ERD yang baik:


Metode pembuatan ERD
Dalam membuat ERD, ada beberapa hal yang perlu kita waspadai, selain itu kita juga dituntut untuk lebih teliti dalam menentuka entity, relasi, atribut, menghindarkan terjadinya relasi "many to many" dan lain sebagainya. Untuk itu lihat beberapa langkah berikut agar kita bisa membuat ERD dengan baik:
  • Menentukan Entity
    • Disini kita dituntut untuk menentukan dengan cermat sebuah entity yang ada dalam suatu proyek atau masalah. Entity berguna untuk menentukan peran, kejadian, lokasi, hal nyata dan konsep penggunaan untuk database
  •  Menentukan Relasi
    • Setelah kita berhasil membuat Entity, langkah selanjutnya adalah menentukan relasi antar entity. Relasi apa yang terdapat antara Entity A dan B, apakah entity A dan B memiliki relasi "one to one", "one to many", atau "many to many".
  • Gambar ERD sementara
    • Jika sudah mengetahui Entity beserta Relasinya, sekarang kita buat dulu gambar ERD sementara. Entity digambarkan dengan persegi, relasi digambarkan dengan garis.
  • Isi kardinalitas
    • Kardinalitas menentukan jumlah kejadian satu entitas untuk sebuah kejadian pada entitas yang berhubungan. Contohnya antara Entitas Buku, Distributor dan Pengarang, kardinalitas yang ada berupa:
      • Satu pengarang dapat menulis banyak buku
      • Satu buku ditulis satu pengarang
      • Banyak buku di distribusikan oleh satu distributor.
    • Dari sini kita bisa mengetahui harus memberi relasi apa. One to one kah?, dsb.
  • Tentukan Primary Key (Kunci Utama)
    • Menentukan Primary Key pada masing-masing entity. Primary Key adalah atribut pada entity yang bersifat unik. Jadi setiap entity hanya memiliki satu Primary Key saja. Contoh: Entity Buku memiliki Primary Key bernama kode buku. Kode Buku ini bersifat unik, karena masing-masing buku memiliki kode yang berbeda-beda.
    • Tentukan pula Foreign Key (Kunci Tamu) pada masing-masing Entity. Foreign Key adalah Primary Key yang ada dalam Entity yang lain. Contoh pada Entity Pengarang misalnya terdapat atribut kode buku, yang mana, kode buku merupakan Primary Key dari Entity buku.
  •  Gambar ERD berdasarkan Primary Key
    • Menghilangkan relasi "many to many" dan memasukkan Primary dan Foreign Key pada masing-masing entitas. Relasi many to many antar entity perlu dihilangkan dengan cara menambah atribut baru antara 2 entity yang memiliki relasi many to many.
  • Menentukan Atribut
    • Jika sudah melakukan step diatas, sekarang saatnya menentukan atribut pada masing-masing Entitas. Telitilah dalam menentukan atribut.
  • Pemetaan Atribut
    • Apabila atribut telah ditentukan, sekarang pasang atribut dengan entitas yang sesuai.
  • Gambar ERD dengan Atribut
    • Mengatur ERD seperti langkah 6 dengan menambahkan atribut dan relasi yang ditemukan.
  • Periksa Hasil
    • Periksa lagi ERD. Apakah ERD sudah menggambarkan system yang akan dibangun? Jika belum, check kembali dari awal.
Itulah beberapa tips dan langkah-langkah dalam membuat ERD yang baik. Semoga artikel ini berguna bagi kalian semua.

"Om Santhi, Santhi, Santhi, Om"

Selasa, 23 Februari 2010

Converting Table to Third Normal Form

"Om Swastiastu"

Hi guys, this time I wanna tell you how to convert table into third normal form. In this table, StudentNum determines StudentName, NumCredits, AdvisorNum, and AdvisorName. AdvisorNum determines AdvisorName. CourseNum determines Description. The combination of StudentNum and CourseNum determines Grade.


Student (StudentNum, StudentName, NumCredits, AdvisorNum, AdvisorName, (CourseNum, Description, Grade))


STEP 1: Remove the repeating group to convert it to first normal form, yielding:

Student (StudentNum, StudentName, NumCredits, AdvisorNum, AdvisorName, CourseNum, Description, Grade)

The table is now in first normal form because it has no repeating groups. It is not, however, in second normal form, because StudentName, for example, is dependent only on StudentNum, which is only portion of primary key.
STEP 2: Convert the first normal form table to second normal form. First, for each subset of the primary key, start a table with that subsets as its key, yielding:

(StudentNum,
(CourseNum,
(StudentNum, CourseNum,

Next, place the rest of the columns with the smallest collection of columns on which they depend, giving:

(StudentNum, StudentName, NumCredits, AdvisorNum, AdvisorName)
(CourseNum, Description)
(StudentNum, CourseNum, Grade)

Finally, assign names to each of the newly created tables:

Student (StudentNum, StudentName, NumCredits, AdvisorNum, AdvisorName)
Course (CourseNum, Description)
StudentCourse (StudentNum, CourseNum, Grade)

Although this table are all in second normal form, Course and StudentCourse are also in third normal form. The Student table is not in third normal form, however, because it contains a determinant (AdvisorNum) that is not a candicate key.

STEP 3: Convert the secont normal form Student table to third normal form by removing the column that depends on the determinant AdvisorNum and placing it in a separate table.


(StudentNum, StudentName, NumCredits, AdvisorNum)
(AdvisorNum, AdvisorName)

STEP 4: Name these tables and put the entire collection together, giving:

Student(StudentNum, StudentName, NumCredits, AdvisorNum)
Advisor(AdvisorNum, AdvisorName)
Course(CourseNum, Description)
StudentCourse(StudentNum, CourseNum, Grade)

That is the way how to convert table into third normal form. I hope it helps. :-)

"Om Santhi, Santhi, Santhi, Om"

Sabtu, 09 Januari 2010

Download EasyCase 4.20

"Olog Sistem"

EasyCase adalah suatu software yang digunakan untuk membuat ERD (Entity Relational Database) dalam pemrograman SQL atau basis data. EasyCase juga dapat membantu membuat perancangan sistem sama seperti Microsoft Office Visio, cuma yang ini lebih simple tapi tetap hebat.
Kelebihan yang dimiliki oleh EasyCase ini adalah mampu mengetes arah dari data serta mengecek keseimbangan dari level yang dimiliki. Dengan menggunakan EasyCase, dapat dipastikan bahwa diagram yang dibuat secara rule dan balance nya sudah benar.
Nah jika Anda tertatik untuk mendownload software ini, kalian dapat mendownloadnya disini gratis.

Download EasyCase 4.20

Rabu, 30 Desember 2009

Download MySQL 2000

"Olog Sistem"

Hi guys, ini ada link download SQL Server 2000. Bagi yang sedang mempelajari pemrograman database/SQL, perlu banget nih untuk download program yang satu ini. SQL Server 2000 adalah program compiler untuk pembuatan database. Melalui program ini, kita dapat membuat database suatu tabel yang kemudian dihubungkan satu sama lainnya. Bahasa Query utamanya menggunakan Transact-SQL yang merupakan implementasi dari SQL standar ANSI/ISO yang digunakan oleh Microsoft Sybase.

Bahasa SQL ini, secara de facto merupakan bahasa standar yang digunakan dalam manajemen sistem basis data relasional. Langsung aja deh, gag banyak omong lagi, aku kasi link download nya.

Download SQL Server 2000

Kalau ada yang mau ditanyain, ketik pertanyaan mu di kolom dibawah atau komentari postingan ini.

Rabu, 25 November 2009

Creating Table in SQL

"Om Swastiastu"

If you have study about the Introduction of Database before, then, you have to practice to make a table. This is the example of Rep Table. Write this syntax on your SQL 2000 Query Analyzer.

CREATE TABLE Rep(
RepNum INT NOT NULL UNIQUE,
LastName VARCHAR(25),
FirstName VARCHAR(25),
Street VARCHAR(30),
City VARCHAR(20),
State VARCHAR(2),
Zip VARCHAR(5),
Commision DECIMAL(10,2),
PRIMARY KEY (RepNum)
);

After you write the syntax above on your Query Analyzer, press F5 to run it. There's a notification that the program run successful if the syntax is correct. Next, delete the syntax above and replace with this syntax.

SELECT * FROM Rep

SELECT City FROM Rep

SELECT FisrtName, LastName FROM Rep

Press F5 again to run that syntax. Okay, now I will explain about the syntax above.
  • SELECT * FROM Rep
    • this mean we show all the column from Rep Table.
  • SELECT City FROM Rep
    •  this mean we only show the City column from Rep Table.
  •  SELECT FirstName, LastName FROM Rep
    •  this mean we only show the FirstName and LastName column from Rep Table.
Sorting table
Use this syntax to sort the column that you want sort by.

SELECT RepNum, FirstName, LastName
FROM Rep
ORDER BY RepNum

Okay, that's all about Creating Table in SQL. Thanks for you kind attention. If there's any critical or suggestion, please write on the box below. Keep visiting IT Programmer.

"Om Santhi, Santhi, Santhi, Om"

Selasa, 24 November 2009

Introduction to SQL

"Om Swastiatu"


Hello everybody, today I'm gonna describe a bit of SQL language for a dummy. (If you don't know why I always put words "Om Swastiastu" and "Om Santhi, Santhi, Santhi, Om" in every first and last line of my post, here I tell you. "Om Swastiastu" is a greeting words for Hinduism in Bali, and "Om Santhi, Santhi, Santhi, Om" is a farewell words for Hinduism in Bali. Try to visit Bali, you will be able to find words like that). Okay, back to the topic. I will start from the SQL function.

SQL Function
Data Definition Language

SQL includes:
  • Command to create database object such as tables, indexes and view.
  • Command to define access right to those database objects.
 Data Manipulation Language
Includes commands to:
  1. insert,
  2. update,
  3. delete,
  4. and retrieve data within the database tables.
     Table Creation
    •  SQL CREATE TABLE 
      • Used to describe Layout of tables
    • Typical restrictions placed by DBMS
      • Names cannot exceed 18 characters
      • Names must start with a letter
      • Names can contain only letter, numbers and underscore ( _ )
      • Names cannot contain spaces
    Typical Table Creation
    Typical Data Types
    • INTEGER
      • Numbers without a decimal point
    • SMALLINT
      • Uses less spaces than INTEGER
    • DECIMAL(p,q)
      • P = number of digits, Q = number of decimal places
    • CHAR(n)
      • Character string, N = places long
    • DATE
      • Dates in DD-MON-YYYY or MM/DD/YYYY
     Table Creations
    Data Types
    • Data type selection is usually dictated by the nature of the data and by the intended use
    • Pay close attention to the expected use of attributes for sorting and data retrieval purposes
     SQL Constraint
    • NOT NULL constraint
      • Ensures that a column does not accept nulls
    • UNIQUE constraint
      • Ensures that all values in a column are unique
     SELECT Quiries
    Comparison Operators

    1. Equal to ( = )
    2. Less than ( < )
    3. Less than or equal to ( <= )
    4. Greater than ( > )
    5. Greater than or equal to ( >= )
    6. Not equal to (<>) or ( != )
     SELECT Queries
    Special Operators
    • BETWEEN
      •  Used to check whether attribute value is within a range
    • IS NULL
      • Used to check whether attribute value is null
    • LIKE
      • Used to check whether attribute value matches a given string pattern
    • IN
      • Used to check whether attribute value matches any value within a value list
    SELECT Queries
    Computed Fields
    • A computed fields is a fields not physically stored in the Database.
    • Can use +, -, * and /
    Sorting
    • Clause SQL: ORDER BY
    • Always listed last in the SELECT command sequence.
    • ASC (by default) or DESC (to specify to sort from the highest value to the lowest one)
     Advanced Select Queries
    Some Basic SQL Aggregate Function
    • COUNT (the number of rows containing "non null" values)
    • MIN (the minimum attribute value encountered in a given column)
    • MAX (the maximum attribute value encountered in a given column)
    • SUM (the sum of all column for a given column)
    • AVG (the arithmetic means (average) for the specified column)
     Advanced Select Queries
    GROUP BY

    GROUP BY allows the 'grouping' of record to determine the average, sum, count, min or max.

    Okay, that's all I can tell about the Introduction of SQL. Hope you like it. If there's any critical  or suggestion, please write in the box below. Thank you very much.

    "Om Santhi, Santhi, Santhi, Om"

    Selasa, 10 November 2009

    Memulai Database dengan Query Analyzer

    "Om Swastiastu"

    Setelah kalian berhasil menginstal Microsoft SQL 2000, bukalah Query Analyzer, caranya klik Start, All Programs, Microsoft SQL Server, Query Analyzer.
    Setelah kalian membuka Query Analyzer, akan muncul jendela Connect to SQL Server, jika kalian tidak berhasil dalam proses koneksi ini, maka kalian tidak bisa membuat Database, ikuti langkahnya seperti gambar dibawah ini.


    • Pada Kolom SQL Server, ketikkan tanda titik (.), seperti yang terlihat digambar
    • Mark option dibawah kolom SQL Server, (Start SQL Server if it is stopped)
    • Pada Menu Connect Using, tandai dengan Windows Authentication, kemudian klik OK

    Jika anda mengikuti petunjuk instalasi Microsoft SQL 2000 yang saya berikan dengan benar, seharusnya tidak terjadi kesalahan dalam proses Connect to SQL Server ini. Jika anda belum membaca petunjuk instalasi Microsoft SQL 2000, silahkan klik disini untuk membacanya.

    Jika anda sudah berhasil Connect, tentunya anda sekarang suda berada pada jendela Query Analyzer. Berikut adalah contoh tampilan jendela Query Analyzer.


    Untuk memulai bekerja, kita harus membuat Database terlebih dahulu. Ini adalah perintah-perintah dasar yang harus anda ketahui untuk membuat database.

    • Untuk membuat database tanpa parameter perintahnya : CREATE DATABASE
         Parameter adalah ketentuan-ketentuan yang disertakan saat pembuatan database.


    •   Untuk membuat database dengan parameter perintahnya :

    CREATE DATABASE
    ON PRIMARY(
    NAME = (Nama file Database)
    FILENAME = (Tempat penyimpanan file Database)
    SIZE = (Ukuran file semula)
    MAXSIZE = (Ukuran file maksimum)
    FILEGROWTH = (Besar perkembangan file)
    )
    LOG ON(
    NAME = (Nama file Database)
    FILENAME = (Tempat penyimpanan)
    SIZE = (Ukuran file semula)
    MAXSIZE = (Ukuran file maksimum)
    FILEGROWTH = (besar perkembangan file)
    )

    Keterangan dari perintah di atas:
    NAME : nama temporer dari file database
    FILENAME : tempat penyimpanan file database yang dibuat
    SIZE : ukuran awal dari database yang kita buat
    MAXSIZE : ukuran maksimum dari database yang kita buat
    FILEGROWTH : besar pertumbuhan file yang kita buat


    •   Untuk menggunakan database yang kita buat perintahnya : USE
    •   Untuk menghapus database yang telah kita buat perintahnya : DROP DATABASE

    Setelah kalian mengetahui perintah dasar database tersebut, mari kita coba untuk membuat database pertama kalian.
    Pada Query Analyzer, ketikkan perintah berikut:

    CREATE DATABASE Latihan

    Jika sudah, tekan F5 untuk menjalankan perintah tersebut. Jika sukses, cobalah lihat Object Browser yang terdapat disamping kiri Query Analyzer. Disana pasti ada sebuah database bernama Latihan. Kemudian hapuslah perintah sebelumnya, lalu ketikkan perintah berikut:

    USE Latihan

    Tekan F5 Untuk menjalankan perintah tersebut. Jika sukses, maka database yang kita gunakan akan berubah dari master menjadi Latihan.

    Sekian dulu untuk pengenalan database kali ini. Pada postingan berikutnya kita akan membahas mengenai pembuatan tabel pada database ini. Selamat bekerja semoga sukses menjadi programmer.

    "Om Santhi, Santhi, Santhi, Om"

    Cara Menginstall Microsoft SQL 2000

    "Om Swastiastu"

    Sebelum kita mempelajari Pemrograman Database atau Basis Data, tentu nya anda harus mempunyai editor nya dulu, nah disini saya menggunakan Microsoft SQL 2000 (diberikan oleh pihak kampus). Nah saya akan memberikan tutorial menginstall Microsoft SQL 2000 tersebut. Berikut ini caranya:

    1. Buka Folder SQL 2000, kemudian jalankan file Setup.bat
    2. Setelah Setup.bat dijalankan, maka akan muncul window preparing instalation. Tunggu hingga proses selesai
    3. Kemudian muncul window welcome to the instalation, klik next

    4. Munculah window Computer Name, pastikan Local Computer di Mark, klik Next

    5. Selanjutnya yang muncul adalah window Instalation Selection. Mark option yang pertama, klik next

    6. Setelah itu akan muncul window User Information, isikan nama anda dan nama perusahaan, isilah semau anda, klik next

    7. Kemudian muncul window User Agreement, klik yes sebagai tanda kita menyetujui semua aturan pada Microsoft SQL 2000

    8. Setelah itu muncul window Instalation Definition, pilih Server and Client Tools, klik next

    9. Setelah itu muncul window Instance Name, klik Next jika tanda Default yang terletak dibagian atas ditandai,

    Namun jika tanda Default tidak ditandai, maka berikan Nama Instance sesuka anda, seperti pada gambar diatas, klik next
    10. Selanjutnya muncul window Setup Type, pilih Typical, klik next

    11. Selanjutnya muncul window Service Account, pilihlah sesuai gambar dibawah ini, klik next

    12. Kemudian muncul window Authentication Name, pilih Option yang pertama, klik next

    13. Terakhir akan muncul window Start Copying Files, klik tombol next untuk memulai proses instalasi

    14. Setelah proses instalasi selesai, klik tombol Finish

    Bagaimana? Capek juga ngetik dan ngedit postingan ini, hahaha, karena setiap window baru muncul, saya harus menekan tombol Print Screen pada keyboard agar gambar proses instalasi dapat kita lihat. Tapi gapapa, demi kepuasan pengunjung. hehehehe.. Terimakasih sudah mengunjungi IT Programmer

    "Om Santhi, Santhi, Santhi, Om"