Malam merangkak perlahan
Bulanpun malu menampakkan senyuman
Menyekat hati yang penuh rindu diantara ragu
Bunda, begitu banyak hari yang ku jeda
Begitu sang waktu mempermainkanku
Meski banyak luka dihatimu
tapi senyum tetap terpancar dari wajah lelahmu
Bunda, maafkan daku
yang selalu sibuk dengan tumpukan buku
Hingga lupa untuk bersimpuh padamu
Hanya sebait puisi pengganti kata hati,
kusembahkan padamu..
Jumat, 13 Mei 2011
Bunda
Posted by ologspeed on 10.49. olog romantis - No comments




0 komentar:
Posting Komentar